Unit trust (reksadana) pertama kali diperkenalkan di Inggris pada tahun 1931 dan menjadi populer di tahun 1960 an. Dengan latar belakang ini, polis investment linked ( di Inggris lebih dikenal Unit Linked) yang pertama diterbitkan oleh London and Manchester di tahun 1957. Awalnya, mengaitkan investasi polis Unit Linked pertama ini dilakukan pada reksadana diluar perusahaan tersebut.
Unit Link di Amerika
di Amerika Unit Linked lebih di kenal dengan Variable Life. Produk ini mulai ditawarkan ke masyarakat pada tahun 1967, bertahun-tahun setelah produk ini meraih sukses di Inggris, Kanada, Australia, dan Belanda.
Unit Link di Singapore
Di Singapore dikenal dengan polis investment linked. Polis premi tunggal pertama diperkenalkan di tahun 1973 oleh NTUC Income.
Unit Link di Indonesia
Di Indonesia produk ini lebih dikenal dengan Unit Link dan mulai dipasarkan pada tahun 1998 oleh Manulife dan prudential. Saat ini lebih dari 18 perusahaan yang menjual produk unit link baik premi tunggal maupun berkala, seperti : AIA, AIG Lippo, Panin life, Zurich Life, BDNI Life, Wana Artha, AXA, Allianz, Sequiz Life, MLC Life, BNI Jiwasraya, John Hancook, Eka Life, Astra CMG, Jiwasraya, MAA Syariah dan menyusul Takaful Indonesia yang diluncurkan pada tanggal 7 Desember 2004 sekaligus peresmian gedung Graha Takaful Indonesia.
Unit Link di Negara lain.
Di Jepang diperkenalkan pada tahun 1980
Di Malaysia diperkenalkan pada tahun 1997
Di Cina dan Taiwan pada tahun 2000
Di Hongkong, korsel dan Filipina pada tahun 2001.
Demikian sejarah singkat tentang Unit Link. bagi Anda yang belum memiliki Investasi di Unit Link segeralah membelinya. Karena manfaat dan keuntungannya sudah dirasakan oleh orang yang sudah punya polis.
Ingat ! investasi di Unit Link untuk jangaka menengah dan panjang sangat menguntungkan. insyaAllah.
Selamat berinvestasi dan berasuransi
Selengkapnya...
Jumat, 29 April 2011
Sejarah Singkat UNIT LINK
Kamis, 28 April 2011
Meriahnya Takaful Award 2011
Takaful Award 2011 yang dilaksanakan pada tanggal 25 April 2011 di Auditorium Bina Karna hotel Bidakara Jakarta usai sudah. para Agent Takaful Keluarga seluruh Indonesia yang menghadiri acara tersebut sudah tahu siapa yang menjadi the winner. Muka-muka lama masih cukup kuat mempertahankan kemampuannya sebagai Agent Terbaik seperti Oktin Utama dari Depok, Sumaryanti dari Jakarta 5, Novithia Kardina dari Jakarta 5-1, Fitria dari Jakarta 5-1, dll. Pemberian reward mulai dari BB, laptop, Umroh, piagam dan pialapun diberikan kepada para pemenang. Acara ini membuat saya termotivasi untuk menjadi seperti mereka.
Lebih lagi ketika mayoritas pemenang adalah perempuan. Mengapa Agent perempuan sering mengalahkan laki-laki? saya harus bisa mengalahkan mereka. inilah impian dan motivasi saya setelah acara tersebut.
Takaful Award 2011 kali ini dimeriahkan oleh Opik dengan membawakan sekitar 5 lagu. setelah Opik selesai bernasyid, beberapa peserta langsung menyerbu kang Opik minta foto bareng. Tak ketinggalan, sayapun ikut juga. Mumpung ketemu he..he..
Ayo para Agent Takaful! Tingkatkan dakwah di dunia asuransi. yang belum menang, harapan itu masih ada. Allahu Akbar.
Selengkapnya...
Target Pertumbuhan Premi Takaful Keluarga 2011
Asuransi Syariah Takaful Keluarga menargetkan pertumbuhan premi sebesar 40 hingga 50 persen pada 2011 ini. Jika di tahun 2009 premi yang didapat sebesar Rp 245 Miliar dan naik 25 persen di tahun 2010 menjadi Rp 306 Miliar, maka di tahun 2011 pertumbuhan premi diharapkan bisa mencapai Rp 462 Miliar.
Menurut Corporate Secretary PT Asuransi Takaful Keluarga, Ernawan Priarto, pihaknya akan mulai mengambil sejumlah langkah agresif untuk menaklukan pasar. Ke depan sejumlah produk asuransi baru yang belum ada di pasaran akan diluncurkan.
Peningkatan produk yang sudah ada agar bisa bersaing juga akan dilakukan. ” Educational plant sedang kita lakukan untuk ini. Misalnya memperbaiki feature produk,” katanya.
Selain itu, untuk mendukung pencapaian rencana pertumbuhan ini, ia mengaku takaful keluarga akan lebih banyak memfokuskan diri pada produk retail. Ia mengganggap untuk saat ini promosi dan penjualan produk retail yang gencar, seperti kendaraan, paling efektif untuk meningkatkan premi dibanding chanel-chanel lainnya.
” Kami juga akan tetap fokus ke pengembangan agency-agency yang ada di Takaful, agar pertumbuhannya bisa fenomenal,” jelasnya.
Sumber : Republika
Selengkapnya...
Sabtu, 09 April 2011
Keunggulan TAKAFULINK SALAM ( Investasi, Kesehatan, Asuransi +++)
Di tengah krisis keuangan global yang menimpa seluruh perusahaan keuangan dunia tahun 2008, salah satu produk investasi syariah Takaful yaitu “Takafulink Mizzan” menempati peringkat 1 return unit link selama periode 1 tahun. Return Takafulink Mizan tetap positif di tengah produk unit link lainnya yang mengalami return negatif.
Peringkat ini disusun oleh Bisnis Indonesia dengan membandingkan seluruh produk unit link di Indonesia, baik konvensional maupun syariah. Alhamdulillah.
PT Takaful Indonesia, sebagai asuran murni, pertama dan terbaik syariah di Indonesia) kini menyempurnakan produk terbaru sekaligus terbaik, yaitu, "Takafulink Salam"
Program ini dirancang sedemikian rupa dengan berbagai fungsi/ perencanaan keuangan keluarga dalam hal investasi. Misalkan untuk persiapan sekolah anak, persiapan dana, dana cadangan, pension, ibadah haji, dll.
Program ini juga sekaligus ada asuransi Jiwa dan kesehatan untuk nasabah (jika mau diikutsertakan)
Kenapa Memilih Takafulink Salam?
- Murni Syariah (shariah compliance),
- Lebih menentramkan,- Polis ini tidak akan lapse selama bayar tabarru,
- Tabarru dipotong secara bulanan,
- Pembayaran bisa melalui ATM bersama, auto debet & virtual account,
- Masa depan lebih terjamin, biaya rendah, hasil investasi yang lebih optimal,
- Secara otomatis menolong orang lain, insyaAllah mendapat kebaikan.
- Biaya pengelolaan yang efisien, sehingga lebih menguntungkan,
- Bebas memilih jenis investasi sesuai dengan kebutuhannya
,- Setelah 2 tahun sudah liquid, jadi bisa sebagai dana cadangan, pendidikan anak, keperluan ibadah haji, pensiun, dll.
- Kapan saja bisa meningkatkan dana investasi (top up),
- Bisa top-up regular dengan min rp.100.000/bulan,
- Bebas menentukan proteksi sesuai dengan kebutuhan, termasuk tercover 49 jenis penyakit kritis (jantung, kanker, dll),
- Bebas memilih cara pembayaran (bulanan, 3 bulan, semesteran, tahunan atau sekaligus),
- usia peserta dari 30 hari - 65 tahun, dijamin s/d 70th,
- Rider nya banyak : jiwa, PA, Cashplan, TPD, CI, payor CI, Payor term & payor TPD,
- dll
Bagi Anda yang ingin dibuatkan ilustrasi atau ingin bertemu saya silahkan hubungi di 08122211835.
Terimakasih. salam sukses
sumber : http://takaful99.blogspot.com
Selengkapnya...
Jumat, 08 April 2011
Berkelit dari Risiko dengan Asuransi
Risiko ternyata sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Risiko apa? Wah, macam-macam. Mulai dari sakit sampai kecelakaan dalam perjalanan.
Ada 5 jenis risiko yang paling sering terjadi:
1. Kematian
2. Kecelakaan
3. Sakit
4. Musibah pada Properti (Rumah dan Kendaraan),
5. PHK (kalau Anda karyawan), dan Kebangkrutan (kalau Anda pengusaha)
Profesi ibu rumah tangga pun tak luput dari risiko, lho. Sepanjang Anda masih disebut ‘manusia', Anda tetap punya kemungkinan mengalami risiko-risiko tadi. Bahkan jangan lupa, kalaupun Anda seorang ibu rumah tangga, tapi toh di sini seringkali suami Andalah yang memberi nafkah di keluarga kan?
Sekarang bayangkan, apa yang terjadi kalau terjadi apa-apa pada suami Anda? Kalau Anda sakit misalnya, maka tugas sebagai ibu rumah tangga yang biasa Anda lakoni mungkin akan terbengkalai. Tapi kalau suami yang mengalami sakit, itu berarti dia bakal tidak masuk kerja. Di beberapa kantor, kalau tidak masuk kerja lebih dari sekian hari, bisa-bisa dipotong gajinya.
Jadi jangan merasa bahwa risiko-risiko di atas tadi tidak akan terjadi pada Anda. Anda bisa tetap mengalami risiko itu, tapi suami Anda mungkin akan lebih besar lagi kemungkinannya.
Pentingnya Proteksi
Banyak diantara kita yang tidak suka risiko. Tapi masalahnya, risiko mengintai tanpa kita minta. Setiap kali Anda bepergian, misalnya, pasti ada saja risiko kecelakaan yang mengancam. Setiap saat umur Anda pun bisa dipanggil Tuhan, bahkan dalam tidur sekalipun. Bahkan rumah Anda pun juga bisa kebakaran. Jadi mesti tak suka, kita selalu hidup berdampingan dengan risiko.
Nah, di sinilah perlunya proteksi. Maksudnya, apapun yang Anda lakukan, Anda harus selalu punya proteksi. Arti proteksi adalah bahwa kalau terjadi risiko pada Anda, Anda atau keluarga Anda sudah siap untuk membayar konsekuensinya yang biasanya membutuhkan uang.
Contohnya, jika Anda meninggal, maka pasangan Anda akan mendapatkan penggantian uang yang bisa digunakan oleh keluarga Anda untuk membayari kebutuhan pemakaman dan hidup keluarga Anda ke depan. Itulah proteksi. Jadi, jika Anda meninggal, maka Anda enggak akan menyusahkan orang.
Nah, salah satu proteksi yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengambil asuransi. Prinsip asuransi sebenarnya sederhana, dimana Anda mengikat janji/kontrak dengan pihak ketiga (dalam hal ini perusahaan asuransi), dimana di kontrak itu tertulis bahwa kalau Anda mengalami risiko - yang disebutkan di dalam kontrak itu - maka Anda akan mendapatkan uang penggantian yang sering disebut dengan nama Uang Pertanggungan.
Untuk bisa membuat kontrak itu berjalan, Anda harus membayar sejumlah iuran tertentu yang disebut premi, dimana ujung-ujungnya, kalau terjadi musibah, maka premi yang Anda bayarkan akan jauh lebih murah dibanding ganti rugi yang Anda dapatkan.
Ada 3 asuransi yang sebaiknya Anda ambil:
1. Asuransi Jiwa, yang siap memberikan penggantian kalau terjadi risiko kematian pada Anda.
2. Asuransi Kesehatan, yang bakal memberikan penggantian kalau terjadi risiko sakit pada Anda dan Anda harus dirawat inap atau rawat jalan.
3. Asuransi Kerugian, yang akan memberikan penggantian kalau terjadi musibah pada barang-barang milik Anda seperti kebakaran pada rumah atau kecelakaan pada mobil/motor Anda.
Jadi, mau nunggu apa lagi? Segera hitung ulang keadaan keuangan Anda saat ini, dan coba pertimbangkan untuk ambil asuransi. Jangan sampai terjadi risiko dulu, baru menyesalnya belakangan.
sumber : tabloidnova.com
Segera hubungi saya Badruddin di 08122211835/085759759343
atau e-mail : takaful.badr@gmail.com
Selamat berasuransi.
kunjungi Blog ini Juga http://www.usahamaju.com
Selengkapnya...
Sabtu, 02 April 2011
Langkah-langkah Mengantisipasi Risiko dalam Hidup
oleh: Safir Senduk
Risiko adalah segala hal yang bisa terjadi pada diri manusia yang tidak diinginkan untuk terjadi. Setiap manusia memiliki risiko atas apa pun yang dia lakukan. Selain itu, hidup manusia sendiri juga mengandung banyak risiko.
Ada beberapa risiko yang bisa dihindari, dan ada beberapa risiko yang tidak bisa dihindari. Contoh dari risiko yang bisa dihindari adalah risiko kecelakaan atau risiko kecurian. Sedangkan contoh dari risiko yang tidak bisa dihindari adalah risiko kematian.
Efek dari risiko sering kali menimbulkan kerugian yang cukup besar. Entah kerugian dari sisi psikologis, maupun kerugian dari sisi keuangan. Kalau rumah Anda mengalami musibah kebakaran, maka Anda akan mengalami kerugian keuangan yang besarnya setara dengan nilai rumah Anda pada saat kebakaran itu terjadi. Karena itu, penting sekali bagi Anda untuk mengantisipasi setiap risiko yang mungkin terjadi pada diri Anda.
TAK MESTI ASURANSI
Mendengar kata antisipasi risiko, pikiran Anda mungkin langsung terbawa ke istilah "asuransi". Dalam ilmu perencanaan keuangan, maksud dari asuransi adalah untuk melindungi (memproteksi) Anda dari kerugian keuangan yang mungkin timbul dari terjadinya suatu risiko. Sebagai contoh, Anda mungkin tidak bisa menghindar dari risiko kecelakaan pada diri Anda, tetapi Anda bisa memproteksi diri Anda dari kerugian keuangan yang mungkin timbul dari terjadinya kecelakaan tersebut.
Apakah semua risiko yang bisa terjadi pada Anda perlu diasuransikan? Jawabnya tidak. Sebagai contoh, sepatu yang sering Anda pakai punya kemungkinan untuk hilang dicuri. Tapi apa iya Anda akan mengasuransikan sepatu Anda? Besar kemungkinan tidak. Kenapa? Ini karena apabila sepatu Anda hilang, jumlah kerugian Anda mungkin tidak seberapa.
Lain halnya bila rumah Anda mengalami kebakaran, maka kerugian keuangan yang mungkin timbul bisa besar sekali. Itu sebabnya, Anda perlu mengambil asuransi kebakaran untuk rumah Anda.
Pilihan untuk mengantisipasi risiko-risiko tersebut, disebut dengan Manajemen Risiko. Untuk mudahnya, saya sebut saja ini sebagai antisipasi risiko. Dalam tulisan kali ini, saya akan menunjukkan bagaimana Anda bisa mengantisipasi risiko-risiko yang bisa terjadi pada diri Anda.
BERBAGAI PILIHAN
Kerugian keuangan bisa terjadi bila Anda mengalami kematian, kecelakaan, sakit, atau bila barang milik Anda hilang atau rusak. Kadang-kadang, kerugian keuangan juga bisa terjadi bila Anda mengalami tuntutan hukum dari pihak ketiga, semisal saat Anda menabrak orang lain hingga terluka dan Anda diharuskan untuk mengganti semua biaya pengobatannya.
Sekarang, pilihan-pilihan apa saja yang tersedia bagi Anda untuk mengantisipasi risiko? Kita anggap saja Anda diharuskan oleh bos Anda (atau siapa saja) untuk membawa sebuah paket dengan memakai kendaraan, dari kota A ke kota B. Namun demikian, keadaan jalanan yang ramai membuat Anda terancam mengalami risiko kecelakaan. Karena itu, ada sejumlah pilihan bagi Anda untuk mengantisipasi risiko tersebut:
1.Menghindari Rrisiko. Anda bisa menghindar dari risiko kecelakaan tersebut. Caranya, jangan menyetir. Tetapi konsekuensinya, paket Anda tidak akan terkirim.
2.Menghadapi Risiko. Anda bisa menyetir dan membawa paket tersebut seperti biasa tanpa perlu berhati-hati, dan Anda menerima konsekuensinya apabila risiko kecelakaan tersebut benar terjadi.
3.Mengurangi Risiko. Anda menyetir dan membawa paket tersebut, tetapi berhati-hati dalam menyetir. Dengan demikian, risiko kecelakaan dapat dikurangi.
4.Membagi Risiko. Paket yang harus Anda bawa dibagi dua dengan teman Anda. Dia membawa sebagian paket tersebut dalam kendaraan yang berbeda, begitu juga Anda.
5.Transfer Risiko. Anda minta kepada teman Anda yang membawakan seluruh paket tersebut.
Nah, sekarang kita coba praktekkan teori antisipasi risiko tersebut. Kita misalkan saja Anda ingin membeli rumah, tapi seperti rumah yang lain pada umumnya, rumah yang akan Anda beli memiliki risiko kebakaran. Untuk mengantisipasinya, maka pilihan-pilihan yang tersedia bagi Anda adalah:
1.Mengontrak rumah saja, tidak usah membeli (menghindari risiko).
2.Membeli rumah, dan menghadapi saja risiko tersebut, di mana Anda berharap agar risiko kebakaran tersebut tidak usah terjadi (menghadapi risiko).
3.Menyediakan tabung pemadam kebakaran di rumah Anda (mengurangi risiko).
4.Menyerahkan sebagian kerugian pada pihak lain apabila rumah Anda mengalami kebakaran (bagi risiko).
5.Menyerahkan seluruh kerugian pada pihak lain apabila rumah Anda mengalami kebakaran (transfer risiko).
Pilihan keempat dan kelima diatas itulah yang kita kenal dengan asuransi. Artinya, asuransi bisa menjadi pihak yang Anda serahi kerugian apabila Anda mengalami suatu risiko.
MENGAMBIL KEPUTUSAN
Setelah Anda mengetahui pilihan-pilihan apa saja yang tersedia bagi Anda untuk mengantisipasi risiko, maka langkah Anda selanjutnya adalah dengan menulis risiko-risiko apa saja yang mungkin terjadi pada Anda, serta pilihan apa yang akan Anda gunakan untuk mengantisipasinya. Di bawah ini adalah langkah-langkahnya:
1.Kenali risiko Anda
2.Evaluasi akibatnya apabila risiko itu terjadi.
3.Ambil keputusan tentang pilihan apa yang akan Anda gunakan untuk mengantisipasi risiko tersebut
Sebagai contoh, risiko yang mungkin terjadi pada diri Anda adalah kematian, kecelakaan, sakit, musibah atas kendaraan, musibah atas mobil, PHK, dan tidak bisa bekerja. Karena itu, langkah-langkahnya adalah:
1.Kenali risiko Anda: Kematian.
2.Evaluasi akibatnya: Biaya hidup keluarga yang Anda tinggalkan tidak akan terbayar.
3.Ambil keputusan:
•Menghindari Risiko: Dalam hal ini tidak mungkin menghindari risiko kematian.
•Menghadapi Risiko: Bisa saja, dengan konsekuensi bahwa biaya hidup keluarga tidak akan terbayar
•Mengurangi Risiko: Risiko kematian tidak bisa dikurangi
•Bagi risiko: Menyerahkan sebagian pembiayaan hidup keluarga Anda pada pihak lain apabila Anda meninggal dunia
•Transfer risiko: Menyerahkan seluruh pembiayaan hidup keluarga Anda pada pihak lain apabila Anda meninggal dunia.
Terserah pada Anda, putusan mana yang hendak diambil.
Setelah Anda mengambil keputusan untuk satu risiko, maka ulangi langkah tersebut untuk risiko yang berikutnya (semisal kecelakaan). Begitu seterusnya. Maka sekarang Anda sudah memiliki program antisipasi risiko untuk keluarga Anda.
sumber : http://www.perencanakeuangan.com
Selengkapnya...
Jenis-Jenis Asuransi yang Kita Butuhkan
Asuransi Apa Saja yang Kita Perlu?
oleh: Safir Senduk
Manusia berencana, namun Tuhan juga yang menentukan. Ungkapan ini sepertinya sudah lazim kita dengar dan mungkin juga sudah ada sejak zaman dahulu kala. Jika kita cermati, ungkapan ini sebetulnya mengandung satu pesan tersembunyi: hidup ini penuh dengan risiko. Apa saja? Banyak sekali, Bapak-Ibu. Dari risiko paling kecil, seperti tepeleset di kamar mandi, sampai risiko kehilangan harta benda, anggota tubuh, bahkan nyawa.
Pertanyaannya sekarang, apakah kita sebaiknya pasrah saja, atau justru melakukan persiapan terbaik untuk berjaga-jaga seandainya risiko itu tiba. Sebagai perencana keuangan, tentu saja saya menyarankan pilihan terakhir. Bukan maksud saya mengajak Anda untuk berpikir pesimis, tapi sebaliknya justru mengajak Anda berpikir jauh ke depan. Ada banyak tujuan di depan sana yang masih ingin Anda capai. Karena itu, dalam mencapai tujuan-tujuan tadi, seyogianya Anda juga mempersiapkan diri menghadapi sejumlah risiko yang mungkin saja terjadi.
Salah satu antisipasi risiko yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengambil sejumlah asuransi. Berikut ini saya akan memberitahukan berbagai risiko yang mungkin terjadi pada Anda, dan asuransi untuk mengantisipasinya.
1. Kematian
Risiko kematian bisa terjadi kapan saja tanpa terduga. Bila yang meninggal adalah sebatang kara, tentu tak terlalu masalah. Repotnya kalau yang meninggal itu masih punya tanggungan anak-anak atau anggota keluarga lain. Bagaimana jadinya nasib mereka? Dari mana mereka bisa makan dan membayar uang sekolah?
Bila Anda saat ini mempunyai orang lain yang hidupnya Anda tanggung, tentunya pengambilan asuransi jiwa patut dipertimbangkan. Bila ada asuransi jiwa, maka orang yang Anda tinggalkan akan mendapatkan sejumlah uang pertanggungan yang bisa dia pakai untuk membiayai hidupnya. Jadi, ada pihak ketiga yang akan "menjaga" orang yang Anda tinggalkan.
Ada banyak perusahaan asuransi yang memberikan layanan ini. Semuanya berusaha memberikan layanan terbaik dengan berbagai bujukan lainnya. Anda tak perlu buru-buru menutup diri atau memilih. Gunakan waktu Anda untuk menyeleksi perusahaan mana yang memberikan tawaran dan pelayanan terbaik.
2. Kecelakaan
Di mana pun Anda berada, risiko kecelakaan pasti akan tetap saja ada. Anda naik pesawat, kereta api, kapal laut, peluang sekecil apa pun selalu ada. Bahkan ada kejadian orang sedang berjalan di lapangan terbuka tiba-tiba kejatuhan pesawat terbang. Pernah pula ada bus nyelonong menabrak rumah dan mencelakai penghuninya yang sedang tidur.
Apa yang terjadi kalau Anda mengalami kecelakaan? Anda biasanya akan dibawa ke rumah sakit. Anda juga akan menginap kalau luka-luka Anda perlu perawatan cukup lama. Akibat terburuk, Anda cacat. Bisa jadi salah satu organ atau anggota tubuh Anda tidak berfungsi. Akibatnya, Anda tidak bisa lagi bekerja dan mendapatkan penghasilan.
Karenanya, Bapak-Ibu, untuk mengantisipasi risiko ini ambil saja asuransi kecelakaan. Asuransi kecelakaan memberikan uang pertanggungan bila Anda mengalami kecelakaan sehingga harus dirawat inap di RS, mengalami cacat, atau bahkan kematian. Sama seperti asuransi kematian, ada banyak perusahaan yang menawarkan asuransi kecelakaan. Umumnya mereka memberikan premi yang terjangkau.
3. Sakit
Sakit itu mahal. Kalau Anda sakit, paling tidak Anda harus pergi ke dokter sehingga ada biaya konsultasi yang harus Anda bayar. Belum lagi obat dan kalau dirawat inap di RS. Iya kalau uangnya ada. Kalau tidak? Beberapa RS saja sekarang meminta uang muka sebelum Anda masuk dirawat. Belum lagi kalau Anda harus dioperasi.
Untuk berjaga-jaga dari situasi ini, Anda bisa mengambil asuransi kesehatan. Dibanding beberapa tahun lalu, sekarang sudah makin banyak perusahaan asuransi menjual produk ini. Ada produk yang memberikan penggantian RS saja, atau penggantian RS plus penggantian rawat jalan, plus obat juga. Sekarang, tinggal Anda saja yang menentukan pilihan paling sesuai dengan kebutuhan Anda.
4. Musibah atas Rumah
Belakangan ini kita sering menyaksikan berita terjadinya kebakaran. Baik itu pasar, kantor, maupun pemukiman. Nah, kalau musibah itu menimpa rumah yang Anda tempati sekarang, bayangkan apa yang akan terjadi. Repotnya, tidak semua orang memiliki cukup uang untuk membangun kembali rumahnya yang terkena musibah, sehingga banyak yang akhirnya harus menumpang di rumah saudara, atau lebih apes lagi di tenda-tenda darurat. Untuk jenis musibah macam ini juga tersedia asuransinya. Biasanya dengan harga cukup terjangkau.
5. Musibah atas Kendaraan
Anda punya mobil atau sepeda motor? Kendaraan Anda juga memiliki kemungkinan mengalami kecelakaan. Sekarang ini saja kalau menyetir, hampir bisa dipastikan ada saja kendaraan lain memepet-mepetkan kendaraannya ke kendaraan saya. Dan itu terjadi hampir setiap hari, terutama di kota-kota besar. Bahkan sudah mengemudi dengan sangat hati-hati pun masih bisa jadi korban akibat ulah pengemudi lain yang tak kenal aturan.
Bila risiko terjadi kecelakaan memang cukup besar, tak ada salahnya mengambil asuransi kendaraan. Terlebih lagi bila kendaraan itu menunjang Anda dalam mencari nafkah. Bila Anda asuransikan, saat terjadi kerusakan maka perusahaan asuransi-lah yang akan menanggungnya.
Kesimpulannya, ada berbagai asuransi yang Anda prioritaskan. Selanjutnya Anda bisa menentukan, apakah perlu mengambil beberapa saja atau memang memerlukan semuanya. Andalah yang tahu persis kondisi diri Anda. Selamat berasuransi.
sumber : http://www.perencanakeuangan.com/
Selengkapnya...